Kamis, 10 April 2014

DO'A agar dimudahkan mendapatkan JODOH








1.Doa mendapatkan jodoh

“Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiena imaamaa.”

Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.” (QS 25:74)

2.Do’a agar dimudahkan dalam mendapatkan jodoh 

“ROBBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHOIRUL WAARITSIN”.

Artinya:
“Ya Allah, janganlah engkau membiarkan aku hidup seorang diri, sesungguhnya Engkau pemberi waris yang paling baik”.

3. Doa bagi laki2 yang berharap jodoh 

“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.

Artinya:
“Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”.

4. Doa bagi wanita yang berharap jodoh 

“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.

Artinya:
“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”.

5. ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHOZAA INI ROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN”.

Artinya:
“Ya Allah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang”.

6. “ROBBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHOIRIN FAQIIR”.

Artinya:
Ya Robb, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (Q.S. 28 : 24)

7. “HASBUNALLOOH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR”.

Artinya:
“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”. (Q.S. 3 : 173 & 8 : 40).

8. “ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAAJINAA WADZURRIYYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ‘ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA”.

Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa”. (Q.S. 25 : 74)



KIAT MENANTI JODOH

Setiap orang pasti menginginkan berumah tangga, karena berumah tangga adalah merupakan upaya untuk mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan hati, sehingga berapa banyak orang merasa khawatir jika jodohnya belum kunjung datang.

Kiat-kiat dalam menanti jodoh

a. Percaya bahwa jodoh setiap orang sudah di takdirkan oleh Allah

b. Bersabar dalam menunggu jodoh dan berprasangka baik pada Allah

c. Berusaha mencarinya dengan cara berdoa pada Allah

Menikah adalah menjalankan sunnah Nabi, sesuai dengan fitrah manusia. Hikmah yang dapat diambil kalau sunnah Nabi ini dijalankan adalah munculnya ketentraman jiwa. Dengan pernikahan akan tumbuhlah kecintaan, kasih sayang, dan kesatuan antara pasangan suami isteri. Dengan pernikahan, keturunan umat manusia akan tetap berlangsung semakin banyak dan berkesinambungan.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram bersamanya, dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda (kekuasananNya) bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Ruum:30).

'Ya Allah, Engkaulah pengenggam hati dan jiwa kami, dan Engkau jugalah yang dapat membolak-balikkan hati dan kehidupan kami. Dan jodoh itu telah menjadi ketetapanMu atas kehidupan kami, maka berilah yang terbaik disisiMu, agar ia dapat menjadi penyempurna hidup kami, dalam beribadah kepadaMu.
Aamiin...

Arti TAQWA dalam Pandangan ISLAM


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 



Arti TAQWA

Taqwa
 / takwa ,yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja. Adapun arti lain dari taqwa adalah:
1. Melaksanakan segala perintah Allah
2. Menjauhkan diri dari segala yang dilarang Allah (haram)
3. Ridho (menerima dan ikhlas) dengan hukum-hukum dan ketentuan Allah
Imam an Nawawi rahimahullah berkata bahwa takwa adalah istilah tentang melaksanakan segala kewajiban dan meninggalkan segala larangan.
Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyebutkan bahwa takwa artinya melakukan perintah dan meninggalkan larangan.
Thuluq ibnu Habib rahimahullah berkata tentang takwa, “engkau melaksanakan ketaatan (melaksanakan perintah), di atas cahaya dari Allah (ilmu), dengan berharap pahala dari Allah. Dan engkau meninggalkan maksiat terhadap Allah, di atas cahaya Allah dari Allah, karena takut terhadap hukuman Allah.”
Imam Ali bin Abi Thalib radliyallah ‘anhu berkata, “takwa adalah al Khaufu minal Jalil (takut kepada Allah yang Mahaagung), al ‘Amal bil Tanziili (mengamalkan al Qur’an dan al Sunnah), al Ridla bil Qalil (ridla atas pembagian rizki yang sedikit), dan al isti’dad liyaum al Rahiil (mempersiapkan diri untuk perjalanan di akhriat).”

Taqwa berasal dari kata waqa-yaqi-wiqayah yang artinya memelihara. "memelihara diri dalam menjalani hidup sesuai tuntunan/petunjuk allah" Adapun dari asal bahasa arab quraish taqwa lebih dekat dengan kata waqa Waqa bermakna melindungi sesuatu, memelihara dan melindunginya dari berbagai hal yang membahayakan dan merugikan. Itulah maka, ketika seekor kuda melakukan langkahnya dengan sangat hati-hati, baik karena tidak adanya tapal kuda, atau karena adanya luka-luka atau adanya rasa sakit atau tanahnya yang sangat kasar, orang-orang Arab biasa mengatakan Waqal Farso Minul Hafa (Taj).
Dari kata waqa ini taqwa bisa di artikan berusaha memelihara dari ketentuan allah dan melindungi diri dari dosa/larangan allah. bisa juga diartikan berhati hati dalam menjalani hidup sesuai petunjuk allah.

Allah berfirman:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal." (QS. Al-Baqarah: 197)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali Imran: 102)


وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. Al-Thalaq: 2-3)

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
"Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. Al-Thalaq: 4)


وَقِيلَ لِلَّذِينَ اتَّقَوْاْ مَاذَا أَنزَلَ رَبُّكُمْ قَالُواْ خَيْرًا لِّلَّذِينَ أَحْسَنُواْ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَلَدَارُ الآخِرَةِ خَيْرٌ وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِينَ


Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa (QS An-Nahl 16:30)



Hadits Rasulullah :


عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ، "اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ"  - رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح

Rasulullah SAW bersabda: "Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada dan susullah kejahatan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan pergaulihah manusia dengan akhak terpuji.’ (HR. Turmudzi dan ia berkata, ‘Ini adalah hadits hasan’ dan di sebagian kitab disebutkan sebagai hadits hasan shahih).


Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa ada yang bertanya kepada Rasulullah,

 يا رَسُول اللَّهِ مَنْ أَكْرَمُ النَّاسِ؟ قَالَ: أَتْقَاهُمْ قَالُوْا: لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ. قَالَ: فَيُوْسُفُ نَبِيُّ اللَّهِ بْنِ نَبِيِّ اللَّهِ بْنِ نَبِيِّ اللَّهِ بْنِ خَلِيْلِ اللَّهِ قَالُوا: لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ. قَالَ: فَعَنْ مَعَادِنِ الْعَرَبِ تَسْأَلُوْنِي؟ خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الإسْلاَمِ إِذَا فَقِهُوْا
“Ya Rasulullah, siapakah orang paling mulia?” Beliau menjawab, “Orang yang paling bertaqwa di antara mereka.” Orang itu berkata lagi, ‘Bukan tentang ini kami bertanya.’ Beliau menjawab, ‘Yusuf bin Nabi Allah bin Nabi Allah bin Khalilullah.’ Mereka bertanya, ‘Bukan tentang ini kami bertanya.’ Beliau menjawab, ‘Apakah kalian bertanya tentang kantong-kantong daerah Arab? Sebaik-baik kalian di Jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam jika mereka berilmu.” (Muttafaq Alaihi).


Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ - رواه الترمذي

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang hal apakah yang paling banyak memasukkan orang ke dalam surga? Beliau menjawab, ‘Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.’ Lalu beliau ditanya tentang hal apakah yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka? Beliau menjawab, ‘Lisan dan kemaluan.’ (HR. Turmudzi)
عَنْ أَبِى طَرِيْفٍ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ الطَّا ئِىِّ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِيْنٍ ثُمَّ رَأَى أَتْقَى لِلَّه  مِنْهَا فَلْيَأْتِ التِّقْوَى . رَوَاهُ مُسْلِمْ.
Dari Abu Tharif Adiy bin Hatim - رَضِىَ الله عَنْهُ -, katanya: Aku mendengar Rasulullah - صلّى الله عليه وسلّم - bersabda: “Barangsiapa bersumpah dengan sungguh-sungguh (untuk melakukan atau meninggalkan suatu perkara), kemudian dia melihat hal yang lebih taqwa bagi Allah, maka hendaknya dia mendatangi (hal yang) taqwa itu.” (HR Muslim)


اِتَّقُوْا اللَّهَ وَصَلُّوْا خَمْسَكُمْ، وَصُوْمُوْا شَهْرَكُمْ، وَأَدَّوْا زَكَاةَ أَمْوَالِكُمْ، وَأَطِيْعُوا أُمَرَاءَكُمْ، تَدْخُلُوْا جَنَّةَ رَبِّكُمْ
Bertaqwalah kalian kepada Allah, shalatlah yang lima waktu, puasalah di bulan kalian, tunaikan zakat harta kalian, dan taatilah pemimpin kalian, niscaya kalian akan memasuki surga Tuhan kalian.” (Tirmidzi di Kitab Shalat, hadits hasan shahih).


Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah berdoa,
اَلَّلهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan / iffah , dan kekayaan.” (Muslim).

Wallahu'alam
Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa. Aamiin...

KEISTIMEWAAN MEMBACA SHALAWAT NABI::



Simaklah baik-baik uraian berikut. Jika kita membaca catatan ini dengan penuh penghayatan, maka insyaAllah hati kita akan bergetar sedemikian rupa. Sehingga hati kita akan tergerak untuk selalu bershalawat atas Nabi Muhammad SAW. Terutama setelah mengetahui Doa Malaikat Israfil kepada Allah SWT untuk orang-orang yang senantiasa bershalawat kepada Beliau.
Rasulullah SAW bersabda : “Bahwa Malaikat Jibril, Malaikat Mikail, Malaikat Israfil dan Malaikat Izrail berkata kepadaku :
» MALAIKAT JIBRIL BERKATA :
“Wahai Rasulullah, barangsiapa yang membaca shalawat kepada engkau pada tiap-tiap hari sebanyak 10 kali, maka akan aku bimbing tangannya dan akan aku bawa dia melintasi shirath (titian) seperti (kecepatan) kilat menyambar.”
» MALAIKAT MIKAIL BERKATA :
“Mereka yang bershalawat kepada engkau, maka akan aku beri mereka minum dari telagamu.”
» MALAIKAT ISRAFIL BERKATA :
“Mereka yang bershalawat kepada engkau, maka aku akan bersujud kepada Allah SWT dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah SWT mengampuni orang (yang bershalawat) itu.”
» MALAIKTA IZRAIL :
“Bagi mereka yang bershalawat kepada engkau, maka akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya cara seperti aku mencabut ruh para Nabi.”
Ada sedikit pertanyaan yang menggelayut dalam pikiran. Seberapa seringkah kita membaca shalawat kepada Rasulullah SAW? Padahal para Malaikat memberikan jaminan keselamatan bagi masing-masing orang yang senantiasa bershalawat kepada Rasulullah SAW? Atau seberapa seringkah kita mengingat Rasulullah SAW serta mencontoh apa yang telah diteladani Beliau? Tentu masing-masing dari kita sudah bisa menjawabnya. Karena hanya Allah dan kita sendirilah yang paling tahu.
Lalu seperti apakah bacaan Shalawat itu? Bacaan Shalawat Nabi sangat beragam. Dan berikut ini adalah salah satu yang umum diucapkan oleh kebanyakan kaum muslimin.
“Allahumma shalli wasallim ‘ala sayyidina Muhammad. Wa’ala ali sayyidina Muhammad.”
Dalam Al-Qur’an Allah SWT Berfirman :
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu sekalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab 56)
Rasulullah SAW juga bersabda :
“Bershalawatlah kamu kepadaku, karena shalawat itu menjadi zakat penenang jiwa serta (menjadi) pembersih dosa bagimu.” (H.R. Ibnu Murdawaih)
Dalam riwayat lain Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Janganlah engkau menjadikan rumah-rumahmu sebagai kubur dan menjadikan kuburku sebagai persidangan hari raya. Bershalawatlah kepadaku, karena shalawatmu (akan) sampai kepadaku dimanapun kamu berada (membaca).” (H.R. An-Nasai, Abu Dawud dan Ahmad)
Jelaslah sekarang betapa besarnya keistimewaan Shalawa Nabi. Dan betapa bermanfaatnya bagi orang-orang yang senantiasa meluangkan waktunya untuk bershalawat.
Semoga bermanfaat dan semoga setelah membaca uraian ini akan menggerakkan hati kita semua untuk selalu bershalawat kepada Rasulullah SAW dimanapun kita berada.
Wallahu a’lam.

 Shalawat kepada nabi

Rabu, 09 April 2014

HUKUM MEMUTUS HUBUNGAN KEKERABATAN DALAM ISLAM

 


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jubair bin Muth'im Radliyallahu 'Anhu berkata : Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan kekerabatan (HR, Bukhari Muslim)

Abu Bakar Radliyallahu 'Anhu berkata : Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
Tiada dosa yang lebih layak disegerakan oleh Allah siksanya di dunia disamping apa yang disediakan kelak di akhirat daripada aniaya dan memutus hubungan kekerabatan

Jabir Radliyallahu 'Anhu berkata :
Pada suatu hari ketika kami sedang berkumpul, tiba-tiba Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : Hai kaum muslimin, bertaqwalah kepada Allah dan hubungilah kerabatmu, sebab tiada pahala yang lebih cepat daripada menhubungi famili dan awaslah kamu daripada aniaya sebab tiada siksa yang lebih cepat daripada aniaya dan awaslah kamu dari durhaka kepada ayah dan ibu, sebab bau surga itu dapat tercium dari jarak seribu tahun. Demi Allah tidak akan mendapat bau surga orang-orang yang durhaka kepada ayah dan ibunya dan juga orang yang memutus hubungan kekerabatan dan orang yang selalu berzina dan orang yang merendahkan kain di bawah mata kaki karena sombong. Kesombongan itu hanya hak Allah Tuhan semesta alam. (HR At Thabrani)

Semoga status di atas dapat menambah pengetahuan ilmu agama kita sehingga kita bisa terhindar dari perbuatan memutus hubungan kekerabatan seperti yang dijelaskan di atas. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Kitab Irsyadul 'Ibad

Di dukung oleh :
http://vidogarment.net/

Selasa, 08 April 2014

UJUH DOSA YANG DAPAT MEMBINASAKAN MANUSIA



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Abu Hurairah Radliyallahu 'Anhu berkata : Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
Tinggalkanlah tujuh dosa yang dapat membinasakan. Di tanya : Apakah itu Rasulullah? Nabi menjawab :
1. Syirik terhadap Allah
2. Melakukan sihir
3. Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak
4. Makan harta anak yatim
5. Makan riba
6. Lari dari medan perang
7. Menuduh wanita yang beriman yang sopan dengan tuduhan zina
(HR. Bukhari Muslim)

Sumber : Kitab Irsyadul 'Ibad ila Sabilir Rasyad

Di dukung oleh :
http://gallepictures.com/

[ TUJUH PERKARA YANG DAPAT MENERANGI KUBUR ]

 


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Di katakan dalam kitab Nashaihul 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani, ada tujuh perkara yang akan menerangi kubur. Yaitu :

1. Ikhlas dalam beribadah
2. Berbuat baik kepada orang tua
3. Silaturrahmi
4. Tidak menyia-nyiakan umurnya dengan melakukan maksiat
5. Tidak menuruti hawa nafsunya
6. Bersungguh-sungguh mentaati segala perintah Allah
7. Dan banyak berdzikir kepada Allah

Semoga kita semua khususnya saya dapat melaksanakan tujuh perbuatan diatas dengan istiqamah dan ikhlas. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Nashaihul 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani


Di dukung oleh :
http://galleposters.com/

[ EMPAT KEMULIAAN UMAT NABI MUHAMMAD YANG HARUS KITA KETAHUI ]



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ada sebuah hikayat bahwa Nabi Adam A.S. pernah berkata bahwa Allah memberikan kepada umat Nabi Muhammad empat perkara kehormatan yang tidak diberikan-Nya kepadaku, yaitu:

Pertama : Tobatku diterima di mekah, sementara bagi umat Muhammad dimanapun mereka bertobat, niscaya tobat mereka diterima.

Kedua : semula aku mengenakan pakaian, namun ketika aku berbuat maksiat pakaianku terlepas, sehingga aku telanjang. sementara ketika umat Muhammad berbuat maksiat dalam keadaan telanjang, justru Dia memberikan pakaian kepada mereka.

Ketiga : ketika aku berbuat maksiat aku dipisahkan dengan isteriku, sedang umat Muhammad jika berbuat dosa, Allah tidak memisahkan mereka dari istri-istrinya.

Keempat : Aku telah berbuat maksiat disurga, lalu aku diusir dari surga sementara apabila umat Muhammad berbuatmaksiat, kepada Allah diluar surga justru Dia memasukannya ke surga, jika mereka bertobat.

Begitu mulianya umat Nabi Muhammad di banding umat2 terdahulu. Oleh karena itu marilah kita perbanyak shalawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu 'Alahi Wasallam. Allahumma Shalli 'Alaa Muhammad.

Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua khususnya untuk saya sendiri agar lebih bersyukur lagi telah menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Kitab Nashaihu; 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani

Di dukung oleh :
http://derechopedia.com/

Copyright @ 2013 Islam is beautiful .