Rabu, 29 Januari 2014

[ LARANGAN MEREMEHKAN DOSA KECIL ]

Sebagian hukama berkata "janganlah meremehkan dosa2 kecil, karena dari dosa2 kecil itu akan membengkak menjadi dosa besar"

Para hukama yang dimaksud adalah para kekasih Allah (auliya).
Jangan berasumsi dengan menghitung dosa2 kecil itu sebagai suatu dosa yang remeh karena dari padanya akan terkumpul menjadi dosa besar. Lebih dari itu bisa jadi kemurkaan Allah swt disebabkan dosa2 kecil itu.

Antara Dosa Kecil dan Dosa Besar

Nabi Muhammad saw bersabda :

لا صغيرة مع الاصرار ولا كبيرة مع الاستغفار

"tidak ada dosa kecil bila selalu ceroboh terus melakukanya dan tidak pula dosa besar bila disertai memohon ampunan".

Dosa yang dipandang kecil bila terus menerus dilakukan akan terakumulasi membengkak menjadi dosa besar. Adanya kehendak untuk terus menerus melakukanya berarti suatu dosa telah membesar karena niat melakukan maksiat itu merupakan kemaksiatan.

Sementara dosa besar tidak bisa dipandang besar jika disertai bertobat memohon ampun kepada Allah. Bertobat secara sungguh2, memenuhi syarat2nya. Karena tobat akan menghapus segala kesalahan, sekalipun kesalahan itu begitu besar.

Hadist tersebut diriwayatkan oleh Imam Ad-Dailami dari Ibnu Abbas, tetapi dengan format susunan mendahulukan kalimat akhir dari kalimat yang pertama.

Sumber :_Nashoihul 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani_

Di dukung oleh :

http://www.vgascale.com/ Timbangan Digital
 

[ AGAR HATI MENJADI LEMBUT DAN PIKIRAN MENJADI JERNIH ]

Dikatakan oleh orang-orang bijak :
barang siapa meninggalkan dosa2 niscaya hatinya menjadi lembut dan barang siapa yg meninggalkan perkara yang haram dan hanya mau memakan makanan yang halal maka pikiranya menjadi jernih

Hati yang lembut adalah hati yang mau menerima nasehat agama dan mematuhinya serta melaksanakan dengan khusyu. Keharaman yang mesti ditinggalkan meliputi, makanan, pakaian, yang haram dan lain sebagainya.

Sementara pikiran yang jernih dan sempurna ialah pikiran yang didaya gunakan untuk memikirkan dan merenungkan ciptaan2 Allah yang menunjukan atas kemaha kuasaan Allah sang pencipta yang akan menghidupkan makhluk setelah kematian. Dan jelaslah pula baginya akan kemaha esaan, kekuasaan dan ilmu Allah swt.

Sumber : _Nashaihul 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani_

Di dukung oleh :
http://wisataku.net/wisata-goa-pindul-di-gunungkidul.html

[ TIGA GOLONGAN MANUSIA YANG MENDAPATKAN PERLINDUNGAN ALLAH DI ARSY ]

Nabi Muhammad SAW bersabda :

ثلاثة نفريظلهم الله تحت ظل عرشه يوم لاظل الاظله المتو ضئ فى المكا ره والماشى الى المساجدفى الظلم ومطعم الجائع
Tiga golongan manusia akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan Arasy-Nya pada saat tiada tempat bernaung selain naunganNya yaitu orang berwudhu diwaktu tidak disukai, orang yang berjalan menuju masjid diwaktu gelap gulita, dan orang yang memberi makan orang yang kelaparan.

Pada saat tiada tempat bernaung selain naunganNya yang dimaksud adalah pada hari kiamat. Berwudhu diwaktu tidak yang disukai yang dimaksud adalah diwaktu suasana amat dingin. Dan berjalan menuju masjid diwaktu gelap gulita yang dimaksud adalah untuk menunaikan sholat berjamaah didalam masjid.

Semoga kita semua khususnya yang membaca status ini termasuk orang2 yang mendapatkan perlindungan dari Allah di saat hari kiamat nanti. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Nashaihul 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani

Di dukung oleh : http://lifestyledrivers.com/

[ EMPAT KENIKMATAN DI BALIK BENCANA ]

Dari Sahabat Umar Radiyallahu 'Anhu dia berkata:

Demi Allah, setiap kali aku tertimpa bencana, maka disitu selalu aku dapatkan empat nikmat dari Allah yaitu: pertama karena bencana itu tidak mengenai agamaku, kedua karena bencana itu tidak lebih berat dari padanya ketiga, karena bencana itu tidak menghalangi ridha Allah dan ke empat karena bencana itu aku berharap pahala dari Allah.

Menurut pandangan Umar Radiyallahu 'Anhu, bahwa didalam ujian/cobaan yang menimpa dirinya terkandung empat kenikmatan yaitu:

1. Ujian dan cobaan itu tidak menimpa terhadap agamanya karena cobaan yang menimpa agama, tentu lebih berat daripada cobaan yang menimpa pada badan dan harta.

2. Ujian dan cobaan itu tidak lebih berat dari pada cobaan sebelumnya yang telah menimpa dirinya.

3. Ujian dan cobaan itu tidak menghalangi keridhoan Allah swt kepadanya.

4. Ujian dan cobaan itu, membuat dia dapat berharap besar mendapatkan pahala disebabkan karena ujian yang telah menimpanya.

Sumber : Nashaihul 'Ibad

Di dukung oleh :
http://kata9.blogspot.com/2014/01/hasil-un.html

 

Selasa, 28 Januari 2014

[ ENAM PERBUATAN PENYEBAB KERUSAKAN HATI ]

Al Imam Hasan Al Bashri R.A. menyampaikan tausiyyah sebagai berikut :
Sesungguhnya kerusakan amal itu disebabkan oleh enam perkara , yaitu :
1. Orang-orang yang sengaja melakukan dosa dengan berharap akan bertobat.
2. Berilmu tapi tidak mau mengamalkan.
3. Beramal tapi tidak ikhlas.
4. Memakan rizkiy Allah tapi tidak bersyukur.
5. Tidak ridha dengan pembagian rizkiy dari Allah.
6. Mengebumikan mayyit tapi tidak mengambil pelajaran.

Perusak Amal yang pertama : Diantara kita, mungkin ada yang sengaja melakukan dosa dengan harapan akan ada kesempatan untuk bertobat.
Menurut Al Imam Hasan Al Bashri seseorang yang sengaja melakukan dosa tapi berharap akan memperoleh rahmat dari Allah merupakan lamunan melantur yang jauh dari mungkin.

Perusak Amal yang kedua : Diantara kita mungkin ada yang berilmu tapi tidak mau mengamalkan ilmunya maka ilmu itu tidak akan berguna dan akan sirna. Karena buah dari ilmu adalah pengamalannya.

Perusak Amal yang ketiga  : Diantara kita mungkin ada yang beramal tapi tidak ikhlas, maka ibadah yang dikerjakan akan diwarnai dengan kepura-puraan (kebohongan).
Ibadah yang didasari keinginan dipuji dan dihormati orang lain akan menjadi hampa dan tidak memunculkan bekas/tandanya pada kepribadian seseorang.

Perusak Amal yang Keempat : Diantara kita ada mungkin ada yang mengkonsumsi rizki Allah SWT tapi tidak bersyukur kepada-NYA, itulah orang-orang yang ingkar terhadap nikmat dari Allah. Orang yang demikian adalah orang yang sombong dan selalu meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya (tidak adil).

Perusak Amal yang Kelima : Diantara kita mungkin ada yang tidak ridha dengan pembagian rizkiy dari Allah, orang yang demikian adalah orang yang salah dalam menilai diri sendiri. Tidak Ridha terhadap rizkiy Allah karena yang bersangkutan dalam urusan dunia senantiasa membandingkan dengan teman, kerabat dan orang lain yang lebih tinggi kekayaan/hartanya dibandingkan dia.

Perusak Amal yang Keenam : Tidak mau mengambil pelajaran dari peristiwa penguburan mayit. Yakni mereka tetap tidak mau mengingat kematian.
Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya alam kubur merupakan permulaan tempat akhirat, apabila seseorang selamat di tempat awal itu, maka selanjutnya akan lebih mudah. Tetapi jika tidak selamat di alam kubur, maka apa yang terjadi setelahnya akan lebih berat dari padanya." (HR Tirmidzi, Ibnu majah dan Hakim)

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan Hidayah, Taufiq dan Inayah_Nya bagi kita dalam menjalani Kehidupan Yang Fana ini dengan tujuan menggapai Ridha dan Maghfirah-NYA. Amiin Ya Robbal 'Alamiin.

Sumber : Kitab Nashoihul Ibad

Di dukung oleh :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.arrayanlabs.kuislogobola

 

[ SEMBILAN KEMULIAAN BAGI ORANG YANG SHALAT 5 WAKTU DENGAN TEPAT WAKTU ]

Sembilan kemuliaan bagi orang yang shalat lima waktu dengan tepat waktu menurut Utsman Radiyallahu 'Anhu adalah sebagai berikut :
1. Allah SWT mencintainya dan memberikan keistimewaan kedekatan hubungan denganNya.
2. Badanya menjadi sehat tanpa adanya cacat lahir batin.
3. Mendapatkan penjagaan atau pengawalan malaikat hingga terhindar dari malapetaka yang membinasakanya.
4. Keberkahan turun di rumahnya, rumahnya membawa berkah dan kebaikan yang banyak.
5. Wajahnya memancarkan aura orang2 yang sholeh, tergores di raut maukanya rona2 kesholehan.
6. Allah menjadikan hatinya lemah lembut hingga mau menerima nasehat.
7. Dapat melintasi jembatan shirothol mustaqim secepat kilat secepat perjalanan cahaya.
8. Allah menyelamatkanya dari neraka Jahannam.
9. Allah menempatkanya didalam surga berdekatan dengan orang2 yang tidak dicekam ketakutan dan tidak pula kegelisahan. Yakni didekat para kekasih Allah (wali) dan pembesar.

Semoga kita semua khususnya saya sendiri bisa melaksanakan shalat 5 waktu dengan tepat waktu agar mendapatkan kemuliaan seperti yang disebutkan oleh Sahabat Utsman RA di atas. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Kitab Nashoihul 'Ibad

Di dukung oleh :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.arkanlabs.wordsearchfunfree

 

[ DOA AGAR TERHINDAR DARI BENCANA ]

Rasulullah SAW bersabda sebagaimana di riwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dari Utsman RA :
Barangsiapa membaca :
Bismillahillazi la yadurru ma’asmihi syaiunfillardi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Ma-ha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
sebanyak tiga kali pada waktu pagi dan tiga kali pada waktu sore hari, maka dia sepanjang hari itu tidak akan tertimpa bencana yang mengejutkan.
[HR. Abu Dawud 4/323, At-Tirmidzi 5/465, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/332, Al-Allamah Ibnu Baaz berpendapat, isnad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39.]

Sumber : Bidayatul Hidayah Karya Imam Abu Hamid Al Ghazali

Di dukung oleh : Facebook Graph Scraper Plugin V2 Review & Download - FB Graph UID Scraper

Copyright @ 2013 Islam is beautiful .