Jumat, 31 Januari 2014

[ KEUTAMAAN BERWUDHU, WAJAHNYA BERCAHAYA DI HARI KIAMAT ]

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaikum teman-teman semua. Alhamdulillah kali ini saya masih di izinkan untuk membuat status yang berjudul Keutamaan Wudhu. Semoga bermanfaat.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
Sesungguhnya ummatku itu akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya wajahnya dan amat putih bersih tubuhnya dari sebab bekas-bekasnya berwudhu. Maka dari itu, barangsiapa yang di antara engkau semua hendak memperpanjang yakni menambahkan bercahayanya, maka baiklah ia melakukannya -dengan menyempurnakan berwudhu' itu sesempurna mungkin. (Muttafaq 'alaih)

Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: "Saya mendengar kekasihku Rasulullah s.a.w. bersabda:
Perhiasan perhiasan di syurga itu sampai dari tubuh seseorang mu'min, sesuai dengan anggota yang dicapai oleh wudhu yakni sampai di mana air itu menyentuh tubuhnya, sampai di situ pula perhiasan yang akan diperolehnya di  syurga. (Riwayat Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
Apabila seseorang hamba yang Muslim atau mu'min itu berwudhu', lalu ia membasuh mukanya, maka keluarlah dari muka-nya itu semua kesalahan yang disebabkan ia melihat padanya dengan kedua matanya dan keluarnya ialah beserta air atau beserta titisan air yang terakhir. Jikalau ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari kedua tangannya itu semua kesalahan yang dilakukan oleh kedua tangannya beserta air atau beserta titisan air yang terakhir. Selanjutnya apabila ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah semua kesalahan yang dijalankan oleh kedua kakinya beserta air atau beserta titisan air yang terakhir, sehingga akhirnya keluarlah ia dalam keadaan suci dari semua dosa. (Riwayat Muslim)

Semoga kita semua khususnya saya dapat melanggengkan wudhu agar wajah kita di hari kiamat nanti bercahaya seperti yang disebutkan dalam hadits di atas. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Kitab Riyadhus Shalihin

Di dukung oleh : http://www.topbrokerforex.com

 

Kamis, 30 Januari 2014

[ KEUTAMAAN SHALAT SUNNAH EMPAT RAKAAT SEBELUM DZUHUR ]


Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan tentang keutamaan shalat sunnah qabliyah dluhur, dia berkata: saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
Barangsiapa yang menjaga (sholat) empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka.
(HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no. 1269, At-Tarmidzi no. 428, An-Nasa’i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160)

Karena bentar lagi akan memasuki waktu dluhur,  yuk mari kita khususnya saya sendiri mulai istiqamahkan shalat sunnah rawatib.

Sumber : Kitab Bidayatul Hidayah

#shalat   #islam   #muslim   #moslem   #prayer  

 

[ TANDA LEMAHNYA IMAN SESEORANG ]

Salah satu tanda lemahnya iman adalah ketika kita merasa malas untuk melakukan ketaatan dalam beribadah yang terkadang bahkan tampak seperti meremehkannya .

Misalnya saja shalat wajib masih dilakukan tetapi dilaksanakannya
justru disaat-saat akhir. Kalau istilah sepak bolanya dilakukan pada saat injury time begitu juga dgn ibadah-ibadah lain.

Lalu kenapa Iman kok bisa lemah? Iman kok bisa turun naik? Ini timbul kerana hati manusia yang memang mudah berubah. Cinta bisa berubah menjadi benci atau sebaliknya.

Rajin Ibadah bisa berubah menjadi malas begitu pula sebaliknya. Sehingga Rasulullah sendiri sering berdo’a memohon perlindungan agar hati kita tidak berubah-ubah. Agar kita tetap istiqomah.

Ya Allah ..
Yang membolak-balikkan hati manusia, Tetapkanlah hati kami ini agar tetap istiqomah beribadah kepada-Mu. Agar kami bisa mendapat akhir yang baik yaitu khusnul khotimah.

Aamiin Ya Rabbal’alamin


Di dukung oleh :
http://jasa-translate.com/

 

[PUNYA MASALAH ITU BERKAH]

Punya masalah itu berkah. Karena masalah, kita jadi kembali dekat dengan Allah. Karena masalah, kita jadi ingat Allah. Karena masalah, dosa-dosa diampuni. Ada orang-orang yang bertaubat, kembali ke jalan Allah, tapi malah masalahnya makin banyak. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ketahuilah, sesungguhnya itu tanda dari Allah bahwa do’anya sedang dikabul. Dia ingin dosanya diampuni kan? Berarti dia harus menjalani proses ‘pencucian’ dulu dari Allah.

Dicuci itu bukan perkara gampang. Pakaian kotor yang ingin dibersihkan, harus melewati beberapa tahap dulu, baru dia bisa benar-benar bersih.

Pertama, ia harus direndam dulu. Direndamnya di mana? Di air yang sudah dicampur dengan detergen. Setelah direndam, dikucek. Emang enak dikucek? Insya Allah, perih. Perasaan itu juga yang kita rasakan saat kita mendapatkan bertubi-tubi permasalahan hidup, sesungguhnya, Allah sedang ‘mengucek’ dosa-dosa kita.

Setelah dikucek, apakah penderitaan sudah selesai? Belum. Setelah dikucek, dibilas, lalu diperas. Bagaimana rasanya diperas? Insya Allah, lagi-lagi menyakitkan. Apakah kita harus berontak? Jangan, kalo berontak, bisa-bisa malah robek dan jauh lebih menyakitkan. Ikhlas aja, terima apa yang sudah menjadi ketentuan Allah. Kenapa kita seringkali terjerumus makin dalam? Karena kita banyak mengeluh dan memprotes ketentuan Allah. Ikhlas aja, insya Allah semua akan terlewati.

Setelah diperas, apakah proses pencucian selesai? Belum. Langkah selanjutnya, dijemur. Setelah dijemur, apakah sudah selesai? Langkah terakhir adalah disetrika. Dua langkah terakhir tersebut, insya Allah panas. He He He.

Jika kita bisa ikhlas menjalani semua ‘proses pencucian’ tersebut, insya Allah setelah itu kita akan bangkit dalam keadaan sudah bersih. Sebaliknya, jika kita protes dan berontak, proses pembersihan akan makin lama. Dan kemungkinan terburuk, bukannya bersih, malah robek. Naudzubillah.

Ikhlaslah menerima segala ketentuan Allah. Lebih baik kita dicuci di dunia daripada di akhirat. Selama ujian datang, tetaplah dekat dengan Allah. Tetaplah pasrah kepada Allah. Dengan begitu, insya Allah, proses pencucian akan lebih mudah.

Semoga dosa-dosa kita diampuni oleh Allah. Aamiin.
Ya Allah... ampuni kami, maafkan kami, dan tolonglah kami...
Ampunan-Mu, maaf-Mu, pertolongan-Mu... adalah segalanya bagi kami... Aamiin ya Rabbal'alamin.

Ustad Yusuf Mansur

http://goo.gl/e8ld6W

Rabu, 29 Januari 2014

[ LARANGAN MEREMEHKAN DOSA KECIL ]

Sebagian hukama berkata "janganlah meremehkan dosa2 kecil, karena dari dosa2 kecil itu akan membengkak menjadi dosa besar"

Para hukama yang dimaksud adalah para kekasih Allah (auliya).
Jangan berasumsi dengan menghitung dosa2 kecil itu sebagai suatu dosa yang remeh karena dari padanya akan terkumpul menjadi dosa besar. Lebih dari itu bisa jadi kemurkaan Allah swt disebabkan dosa2 kecil itu.

Antara Dosa Kecil dan Dosa Besar

Nabi Muhammad saw bersabda :

لا صغيرة مع الاصرار ولا كبيرة مع الاستغفار

"tidak ada dosa kecil bila selalu ceroboh terus melakukanya dan tidak pula dosa besar bila disertai memohon ampunan".

Dosa yang dipandang kecil bila terus menerus dilakukan akan terakumulasi membengkak menjadi dosa besar. Adanya kehendak untuk terus menerus melakukanya berarti suatu dosa telah membesar karena niat melakukan maksiat itu merupakan kemaksiatan.

Sementara dosa besar tidak bisa dipandang besar jika disertai bertobat memohon ampun kepada Allah. Bertobat secara sungguh2, memenuhi syarat2nya. Karena tobat akan menghapus segala kesalahan, sekalipun kesalahan itu begitu besar.

Hadist tersebut diriwayatkan oleh Imam Ad-Dailami dari Ibnu Abbas, tetapi dengan format susunan mendahulukan kalimat akhir dari kalimat yang pertama.

Sumber :_Nashoihul 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani_

Di dukung oleh :

http://www.vgascale.com/ Timbangan Digital
 

[ AGAR HATI MENJADI LEMBUT DAN PIKIRAN MENJADI JERNIH ]

Dikatakan oleh orang-orang bijak :
barang siapa meninggalkan dosa2 niscaya hatinya menjadi lembut dan barang siapa yg meninggalkan perkara yang haram dan hanya mau memakan makanan yang halal maka pikiranya menjadi jernih

Hati yang lembut adalah hati yang mau menerima nasehat agama dan mematuhinya serta melaksanakan dengan khusyu. Keharaman yang mesti ditinggalkan meliputi, makanan, pakaian, yang haram dan lain sebagainya.

Sementara pikiran yang jernih dan sempurna ialah pikiran yang didaya gunakan untuk memikirkan dan merenungkan ciptaan2 Allah yang menunjukan atas kemaha kuasaan Allah sang pencipta yang akan menghidupkan makhluk setelah kematian. Dan jelaslah pula baginya akan kemaha esaan, kekuasaan dan ilmu Allah swt.

Sumber : _Nashaihul 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani_

Di dukung oleh :
http://wisataku.net/wisata-goa-pindul-di-gunungkidul.html

[ TIGA GOLONGAN MANUSIA YANG MENDAPATKAN PERLINDUNGAN ALLAH DI ARSY ]

Nabi Muhammad SAW bersabda :

ثلاثة نفريظلهم الله تحت ظل عرشه يوم لاظل الاظله المتو ضئ فى المكا ره والماشى الى المساجدفى الظلم ومطعم الجائع
Tiga golongan manusia akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan Arasy-Nya pada saat tiada tempat bernaung selain naunganNya yaitu orang berwudhu diwaktu tidak disukai, orang yang berjalan menuju masjid diwaktu gelap gulita, dan orang yang memberi makan orang yang kelaparan.

Pada saat tiada tempat bernaung selain naunganNya yang dimaksud adalah pada hari kiamat. Berwudhu diwaktu tidak yang disukai yang dimaksud adalah diwaktu suasana amat dingin. Dan berjalan menuju masjid diwaktu gelap gulita yang dimaksud adalah untuk menunaikan sholat berjamaah didalam masjid.

Semoga kita semua khususnya yang membaca status ini termasuk orang2 yang mendapatkan perlindungan dari Allah di saat hari kiamat nanti. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Nashaihul 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani

Di dukung oleh : http://lifestyledrivers.com/

Copyright @ 2013 Islam is beautiful .