Sabtu, 25 Januari 2014

[ TIGA CARA MENGHILANGKAN KESUSAHAN ]

Para hukama memberikan kepada kita semua tentang 3 cara menghilangkan kegelisahan / kesusahan yaitu :
1. mengingat Allah;
2. menemui para wali Allah; dan
3. mendengar nasihat orang-orang bijak.

Yang dimaksud dengan mengingat Allah adalah dengan banyak mengucapkan dzikir. Adapun jenis-jenis dzikir antara lain:
membaca tasbih, yaitu: subhanallah
membaca tahmid, yaitu: alhamdulillah
membaca tahlil, yaitu: la ilaha illallahu
membaca takbir, yaitu: allahu'akbar
dan membaca : la haula wala quwwatta illa billahil 'aliyyil adziim

Atau dengan berdoa kepada Allah dengan mengucapkan kalimat-kalimat berikut ini:
"Wahai Dzat yang memberi pertolongan kepada siapa pun yang minta tolong kepada-Nya dengan menyeru-Nya; wahai Dzat yang memperkenankan permintaan siapa pun yang mendapat kesulitan dengan berdo'a kepada-nya; wahai Dzat Yang Maha Penyantun terhadap kesalahan orang yang mendurhakai-Nya; wahai Dzat yang memberi kecukupan kepada orang yang memilih keridhaan-Nya daripada kepentingan dunianya....

Aku memohon kepada-Mu agar dapat meraih sesuatu yang tak dapat kugapai, kecuali dengan pertolongan-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar terhindar dari bahaya yang tak dapat kutolak, kecuali dengan kekuatan-Mu. Dan aku memohon kepada-Mu kebaikan yang mengandung kesehatan dan kesehatan yang mengandung kebaikan berkat rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Mana Pelimpah rahmat..

Yang dimaksudkan dengan wali-wali Allah dalam keterangan ini adalah para ulama dan orang-orang shalih. Adapun yang dimaksudkan dengan ucapan orang bijak adalah penjelasan atau keterangan dari para ulama yang menunjukkan kebaikan dunia dan akhirat.

Semoga dapat bermanfaat khususnya buat saya sendiri dan umumnya buat para pembaca. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Kitab Nashaihul Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani Al Jawi


Di dukung oleh :
beli deposit card fbs : http://www.fbs-markets.com/order-deposit-card.html

 

[ EMPAT TANDA KEIMANAN SESEORANG ]

Sebagian ahli bijak mengatakan: "Tanda-tanda keimanan kepada Allah itu ada empat, yaitu:
1. Taqwa;
2. Haya' (punya rasa malu);
3. Selalu bersyukur; dan
4. Sabar."

Taqwa adalah melaksanakan ketaatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala macam bentuk kemaksiatan. Ada juga yang mendefinisikan bahwa taqwa adalah memelihara semua aturan Islam. Ada lagi yang mendefinisikan bahwa taqwa adalah mengikuti jejak langkah Rasulullah s.a.w. baik dalam ucapan maupun perbuatan.

Haya' (rasa malu) itu ada dua macam, yaitu:
1. malu naluri (haya' nafsaniy), yaitu rasa malu yang dikaruniakan Allah kepada setiap diri manusia, seperti rasa malu kelihatan auratnya atau malu bersenggama di depan orang lain;
2. malu imani (haya' imaniy), yaitu rasa malu yang bisa mencegah seseorang dari melakukan perbuatan maksiat karena takut kepada Allah ta'ala.

Syukur adalah memuji Allah yang selalu memberi kebaikan dengan menyebut-nyebut kebaikan-Nya.

Diantara bentuk sabar adalah tabah dan tidak mengeluh kepada selain Allah ketika mendapat musibah.

Rasulullah s.a.w. pernah bersabda :
"Puncak keimanan itu ada empat, yaitu sabar terhadap hukum, ridha terhadap qadar, ikhlas dalam bertawakkal, dan berserah diri kepada Allah." (HR. Abu Nu'aim)

Semoga tulisan di atas membuat kita khususnya saya sendiri menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin

Sumber : Kitab Nashoihul Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani Al Jawi

Di dukung oleh :
http://figstraitmine.org/german-shepherds-puppies/

 

[ 5 PERBUATAN PENYEBAB CELAKA & 5 PERBUATAN PENYEBAB BAHAGIA ]

Muhammad Ibnu Dauri rahimahullâh berkata: “Iblis itu celaka karena lima hal, yaitu:
1. tidak pernah mengakui dosa yang dilakukannya;
2. tidak pernah menyesal setelah melakukan perbuatan dosa;
3. tidak pernah mencela dirinya;
4. tidak pernah punya niat untuk bertobat; dan
5. putus asa dari rahmat Allah.

Sebaliknya, Nabi Adam alaihi salaam bahagia karena lima hal, yaitu:
1. mau mengakui dosa yang pernah beliau perbuat;
2. menyesali dosanya;
3. mencela dirinya sendiri(karena melakukan suatu kesalahan);
4. segera bertobat (setiap kali melakukan kesalahan); dan
5. tidak putus asa dari rahmat Allah.”

Kalimat pengakuan Nabi Adam alaihi salaam atas dosanya adalah sebagai berikut:
Robbanaa zholamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khoosiriin.
“Wahai Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri, Apabila Engkau tidak mengampuni diri kami dan tidak merahmati kami, tentu kami termasuk orang yang merugi.” (QS. Al-A’raaf (7):23)

Berkaitan dengan pengakuan atas dosa yang pernah dilakukan, Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba itu jika mau mengakui dosa yang dikerjakannya, kemudian bertobat kepada Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berkaitan dengan penyesalan atas dosa yang pernah dilakukan, Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa melakukan suatu kesalahan atau berbuat dosa, kemudian ia menyesal, maka penyesalannya itu adalah sebagai kifaratnya.” (HR. Baihaqi)

Semoga status di atas dapat membuat kita semua khususnya saya sendiri agar mau  intropeksi diri dan meminta ampunan kepada Allah SWT atas semua  kesalahan2 kita. Aamiin.

deposit bank lokal fbs http://www.fbs-markets.com/lokal-deposit.html

[ OBAT ANTI GALAU ]

Orang yang sering GALAU adalah orang yang tidak dekat (tidak menjalankan hak Allah Ta'ala) dengan Allah Ta'ala.

Shalat kadang-kadang, dzikir jarang, baca Al-Qur'an pun apalagi.
Yang sering dilakukannya adalah melamun,sambil mendengarkan musik.

Jadi mendengarkan panggilan Allah (adzan) pun terlewatkan, apalagi shalat dll ?

Kalau orang yang suka mendirikan shalat, lidahnya tidak pernah kering dari dzikir kepada Allah dan selalu rutin / istiqamah membaca Al Qur'an, tawadlu' kepada orang Insya Allah akan terhindar dari penyakit yang namanya GALAU

Karena, orang yang sering mengingat Allah, dia tidak akan mudah diganggu oleh setan.

Mau tidak GALAU ?
Rajin kerjakan shalat 5 waktu [kalau bisa tambahkan dengan shalat sunnah rawatib], selalu ingat untuk selalu berdzikir kepada Allah baik itu dengan membaca shalawat, membaca kalimat2 thayyibah, membaca Al-Qur'an dan berkumpul dengan orang2 yang shaleh.

Semoga bermanfaat khususnya untuk diri saya sendiri dan tentunya untuk para pembaca status ini. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.


Di dukung oleh : http://putrarental.com/sewa-laptop/

[ ARTI SEBUAH MUSIBAH ]

Seorang mandor bangunan yg berada di lt 5 ingin memanggil pekerjanya yg lagi bekerja di bawah.

Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.

Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 1.000- yg jatuh tepat di sebelah si pekerja.
Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tsb dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.
Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor...

Cerita tersebut di atas sama dengan kehidupan kita, Allah selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita.

Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kpd NYA

Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang···
Bahkan kita selalu bilang ··· kita lagi "HOKI!"

Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Allah.

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yg kita sebut musibah ...! agar kita mau menoleh kepada-NYA.

Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat kepada NYA sebelum Allah melemparkan batu kecil seperti kisah di atas.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita singkat di atas. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

http://putrarental.com/




Yahya bin Mu’adz Ar-Razi rahimahullâh dalam munajatnya berkata:

“Wahai Tuhanku, tiada keindahan malam, kecuali dengan bermunajat kepada-Mu;
tiada keindahan siang hari, kecuali dengan taat kepada-Mu;
tiada keindahan dunia ini, kecuali dengan dzikir kepada-Mu;
tiada keindahan akhirat itu, kecuali dengan ampunan-Mu;
tiada keindahan surga itu, kecuali dengan melihat-Mu.”

Di dukung oleh : http://putrarental.com/

[ LIMA AMALAN YANG MENJADI PENERANG KEGELAPAN ]

Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata:
"Kegelapan itu ada lima dan lampu penerangnya pun ada lima, yaitu:
1. Cinta dunia adalah suatu kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah ketaqwaan.
2. Berbuat dosa adalah suatu kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah bertobat.
3. Kubur adalah kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah bacaan: 'Laa ilaaha illallooh Muhammadur Rosuulullooh.'
4. Alam akhirat itu penuh kegelapan, sedangkan penerangnya adalah amal shalih.
5. Shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) sangat gelap, sedangkan penerangnya adalah yaqin.

Berkaitan dengan poin 1, Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Cinta dunia adalah biang segala kesalahan." (HR. Baihaqi, dari Hasan Al-Bashri)

Imam Al-Ghazali mengomentari Hadits di atas sebagai berikut: "Sebagaimana dikatakan bahwa mencintai dunia itu adalah biang segala kesalahan, maka membenci dunia adalah biang segala kebaikan."

Nabi s.a.w. juga bersabda:
"Sungguh, tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena ketaqwaan kepada Allah s.w.t, melainkan Allah akan memberi ganti dengan yang lebih baik kepadamu." (HR. Ahmad dan Nasa'i)

Berkaitan dengan poin 2, Nabi s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya bila seorang hamba melakukan dosa satu kali, maka di dalam hatinya timbul satu titik noda hitam. Apabila ia berhenti dari perbuatan dosanya dan memohon ampun serta bertobat, maka bersihlah hatinya. Jika ia kembali berbuat dosa, maka bertambah hitamlah titik nodanya itu sampai memenuhi hatinya. Inilah arroon (penutup hati) sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah dalam (QS. Al-Muthaffifiin (83): 14): 'Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya dosa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.'" (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa'i, Ibnu Hibban, dan hakim)

Berkaitan dengan poin 3, Nabi s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya Allah ta'ala mengharamkan masuk neraka bagi orang yang membaca laa ilaaha illallooh dengan niat semata-mata karena Allah ta'ala." (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah s.a.w. juga bersabda:
"Barangsiapa membaca dengan ikhlas kalimat laa ilaaha illallooh, maka ia akan masuk surga." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, apa wujud keikhlasannya?" Beliau menjawab: "Kalimat laa ilaaha illallooh tersebut dapat mencegah kalian dari segala sesuatu yang diharamkan Allah kepada kalian." (HR. Al-Khatib)

Berkaitan dengan poin 4, amal shalih, Nabi s.a.w. pernah bersabda:
"Sesungguhnya Allah suka jika rukhshah-Nya dilaksanakan sebagaimana Allah suka jika 'azimah-Nya dilaksanakan. Sesungguhnya Allah telah mengutus aku dengan membawa agama yang mudah, yaitu agama Nabi Ibrahim a.s." (HR. Ibnu Asakir)

('Azimah adalah aturan pokok dari Allah yang harus dikerjakan, seperti shalat Zhuhur harus dikerjakan sebanyak 4 raka'at. Rukhshah adalah bentuk keringanan dari Allah yang boleh dikerjakan, seperti menqashar shalat Zhuhur menjadi 2 raka'at bagi musafir)

Berkaitan dengan poin 5, penerang shirath adalah yaqin. Yaqin adalah membenarkan dengan sepenuh hati segala hal ghaib dengan menghilangkan segala bentuk keraguan.

Di dukung oleh : http://aslimadu.com/jual-royal-jelly/

Copyright @ 2013 Islam is beautiful .